| |
|
Kamis, 10 September 2009 [ 18.48 Wib ]
|
|
Diplomat Harus Jeli Membaca Peluang Indonesia
|
Mantan duta besar Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa Hasjim Djalal mengatakan, saat ini konstelasi politik di PBB terus bergerak. Para diplomat Indonesia, kata Hasjim, harus jeli mengamati pergerakan tersebut dan menjadikannya peluang menguntungkan bagi Indonesia, dan juga Asia Tenggara.
"Para diplomat harus mampu melihat apa yang bisa kita mainkan dari hal tersebut. Ini tantangan politik luar negeri bagi generasi mendatang," ujarnya dalam diskusi internasional yang diadakan oleh Kaukus Politisi Muda Perempuan Indonesia, Kamis (10/9) di Jakarta.
Sementara itu, juru bicara Eminent Person Groups Musni Umar mengatakan, para diplomat harus memahami sosio-politik masyarakat dan pemerintah negara akreditasi. Para diplomat, dalam menjalankan politik luar negeri Indonesia, harus bisa mempertemukan kepentingan nasional, khususnya rencana pembangunan nasional dengan perkembangan dan perubahan lingkungan nasional.
Selain itu, para diplomat juga harus membina hubungan baik tidak saja dengan pemerintah negara akreditasi, tetapi juga dengan parlemen, media massa, LSM, partai politik, serta para pengusaha besar dan organisasi dunia usaha. "Di era ini, pusat kekuasaan tidak lagi hanya berpusat pada pemerintah, tapi juga dipengaruhi oleh media massa, parlemen, dan lainnya," ujar Musni.(kom)
|
|
[ kembali ]
|
|
|